Jakarta (ASET) – India berencana memangkas pajak impor secara signifikan untuk menghindari tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi investor asing.
“Kami tengah bersiap untuk menjadi negara yang ramah investor,” ujar Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman, seperti dikutip dari Business Standard pada Selasa (18/2/2025).
“Pemotongan dan rasionalisasi bea masuk merupakan proses yang berkelanjutan, dan kami akan terus melakukannya,” tambahnya.
Menurut para ekonom, tingginya pajak impor di India serta surplus perdagangan yang mencapai USD 41 miliar dengan AS membuat negara ini rentan terhadap kebijakan tarif resiprokal dari Washington.
Analisis dari Mitsubishi UFJ Financial Group Inc mengungkapkan bahwa tarif impor AS terhadap India berpotensi meningkat dari sekitar 3 persen saat ini menjadi lebih dari 15 persen.
Sebagai respons, India telah memangkas bea masuk untuk berbagai produk, termasuk tekstil dan sepeda motor. Pemerintah berencana memperluas kebijakan ini dalam waktu dekat guna melindungi hubungan dagang dengan AS serta meningkatkan daya saing industri domestik.
“Itu jika tarif timbal balik diberlakukan penuh secara teori,” kata mereka.Washington berencana mengenakan tarif resiprokal atau timbal balik secara luas paling cepat pada April 2025. Besaran tarif resiprokal AS terhadap suatu negara bergantung pada pajak impor yang dihadapi barang AS di negara tersebut.













