Jakarta (ASET) – Kedaireka bekerja sama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) telah sukses melaksanakan CEO Mentorship 2024 yang diselenggarakan oleh pada 11 Oktober 2024 di Hotel Le Meridien Jakarta.
Mengangkat tema “Menjawab Tantangan Industri & Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kolaborasi Inovasi”, acara ini berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan NGO untuk berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Abdul Harris
menekankan pentingnya peran Reka Cipta bagi perkembangan bangsa, terutama dalam
menggerakan roda perekonomian, meningkatkan daya saing, dan mendorong kemandirian.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memiliki potensi
yang besar untuk menciptakan reka cipta yang unggul dan solusi yang efektif. Dan Kedaireka
menjadi wujud komitmen Ditjen DIktiristek untuk menjadi hub antara kepakaran insan perguruan
tinggi dan sumber daya mitra stratefis DUDI.”
Ketua Dewan Pengarah PMO Ekosistem Kedaireka 2024, E.S Margianti mengatakan “Sesuai dengan amanah dari Dirjen Dikti kepada kami dalam mengelola pengembangan ekosistem Kedaireka, untuk CEO Mentorship kali ini harapan saya adalah forum ini dapat memberikan pendalaman dan fasilitas agar para pemangku kepentingan dari ekosistem Kedaireka
mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai tata kelola keuangan kolaborasi inovasi.”
Program Dana Padanan 2025 sebagai Solusi Inovatif Menjawab Tantangan Industri CEO Mentorship merupakan bagian dari upaya Kedaireka dalam mendukung sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi melalui Program Dana Padanan (PDP), yang pada tahun 2025 akan terus diperkuat.
Dalam rangka menyambut program PDP 2025 yang baru saja dibuka pada 1 Oktober 2024 kemarin, acara ini berfokus pada pembahasan mengenai peluang dan tantangan kolaborasi inovasi, serta bagaimana industri dapat memanfaatkan hasil riset akademis untuk
mempercepat pengembangan bisnis mereka.
T. Basaruddin selaku Perwakilan Tim Ahli PDP 2025 mengungkapkan program dana padanan
2025 tetap dirancang untuk mempertemukan Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi dalam
kolaborasi yang strategis dan terarah.
“Pada PDP 2025 ini kami menjaga agar tidak terlalu banyak perubahan agar tidak membingungkan bagi peserta, namun kami juga kali ini ingin belajar dari kekurangan tahun-tahun sebelumnya sehingga ada beberapa peningkatan juga perbaikan pada PDP 2025 ini.”
Meski tidak terlalu banyak pembaruan pada opsi skema di 2025, namun Ia juga berharap agar
lebih banyak mitra industri dapat memanfaatkan program ini untuk menciptakan inovasi yang
aplikatif dan berdampak luas.
“Selain peluang dana padanan yang diperbesar hingga 1:2, pada pembukaan di tahun 2025 kami menyederhanakan skema B yang hanya fokus ke pemberdayaan masyarakat, dengan harapan dapat membuka peluang lebih besar bagi DUDI untuk dapat memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.”













