Jakarta (ASET) – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Christina Aryani memastikan pihaknya akan lebih aktif membuka lapangan kerja di luar negeri. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Salah satu keinginan ataupun arahan dari Pak Presiden adalah agar kita bisa membuka lebih banyak lagi lowongan-lowongan untuk pekerja migran kita di luar negeri,” kata Christina di Gedung Kementerian PPMI, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Christina menambahkan akan mensetimulus perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri agar lebih luwes melobi negara-negara sahabat untuk diajak kerja sama penempatan PMI. “Tadi Pak Menteri (Abdul Kadir Karding) juga sudah sampaikan ya, jadi akan ada penguatan fungsi dari atnaker (atase ketenagakerjaan) kita yang ada di luar negeri,” ucapnya.
Mereka, sambung Christina, harus lebih jeli melihat peluang kerja sama penempatan di berbagai sektor. “Selama ini yang sudah ada tetap diteruskan, tapi kita juga harus cari sektor baru yang bisa dimasukin. Soal vokasi juga harus diperhatikan bagaimana kita bisa mengirim tenaga kerja yang memang siap,” tegas politisi partai Golkar itu.
Menurut dia, aspek kesiapan menjadi faktor utama untuk PMI sebelum mengadu nasib di luar negeri. “Kita tidak perlu pakai tagline atau slogan. Namun, yang pasti kita akan mendesain sistem di mana dengan sistem itu semua yang memang tidak berkompetensi akan ter-delete dengan pemimpin. Saya rasa itu lebih penting. Bagaimana sistem itu bisa kita implementasikan,” tutur Christina.













