Bontang (ASET) – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) siap mendukung upaya swasembada pangan dan mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh bagi Indonesia,
melalui pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat.
Pabrik ini, yang akan memproduksi amonia dan urea, dirancang untuk memenuhi kebutuhan pupuk di kawasan timur Indonesia serta
memperkuat pasokan pupuk nasional secara keseluruhan. Selain juga strategis dalam mendukung program pemerintah baru yang akan membangun kawasan food estate di Papua.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo mengungkapkan bahwa proyek ini memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung produktivitas pertanian Indonesia, ketika
nanti beroperasi penuh.
“Proyek ini akan meningkatkan pasokan pupuk urea dan amonia hingga 1,15 juta ton dan 825 ribu ton per tahun. Dengan nilai investasi lebih dari USD 1 miliar, kapasitas produksi ini mampu memenuhi hingga 80 persen kebutuhan pupuk nasional, yang setara dengan 4,5 hingga 5 juta ton,” ujar Soesilo.
Kehadiran pabrik amonia dan urea di Fakfak juga diharapkan dapat mendukung upaya swasembada pangan yang menjadi salah satu visi dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
“Proyek ini juga sejalan dengan program lumbung pangan nasional yang direncanakan akan dipindahkan ke Merauke, Papua. Dengan lokasi pabrik yang strategis, berdekatan dengan
Merauke, biaya distribusi logistik dapat ditekan, memberikan efisiensi dalam penyediaan pupuk
untuk program tersebut,” tambah Soesilo.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Ekonomi Daerah Keterlibatan masyarakat lokal dan masyarakat adat selalu menjadi prioritas Pupuk Kaltim sejak awal rencana pembangunan pabrik digagas. Karena kehadiran kawasan industri ini memang sejak awal diproyeksikan dapat memberi kontribusi positif pada peningkatan ekonomi Indonesia Timur serta pemberdayaan masyarakat setempat.
Pada tataran masyarakat adat, Pupuk Kaltim telah melakukan serangkaian upacara adat untuk memastikan seluruh proses persiapan yang dilakukan tetap dalam koridor melindungi hak masyarakat hukum adat.
Pada waktu yang bersamaan, Pupuk Kaltim juga telah melakukan berbagai inisiasi pemberdayaan
masyarakat demi meningkatkan ekonomi lokal. Salah satunya dengan menggagas berdirinya
program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) di Fakfak sejak 2023.
Pupuk Kaltim bersinergi dengan Institut Pertanian Bogor University (IPB University) untuk memberi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Fakfak di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Sebanyak 48 lulusan pertama dari SPR Fakfak juga telah diwisuda pada Juni 2024 lalu dan siap
mengamalkan ilmunya di kehidupan bermasyarakat.
“Kami berkomitmen agar manfaat dari investasi besar ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan,
tetapi juga oleh masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur, dan berbagai program pemberdayaan komunitas,” lanjut Soesilo.
Investasi pembangunan kawasan industri pupuk yang direncanakan akan berdiri di lahan seluas
500 hektar ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Papua Barat. Kawasan
ini akan menjadi pusat industri yang dapat mendukung berbagai sektor ekonomi lain, seperti
logistik, perdagangan, dan layanan jasa di wilayah tersebut.
Dengan berbagai inisiatif pemberdayaan dan dukungan infrastruktur yang dilakukan, Pupuk
Kaltim berupaya untuk terus mendorong pengembangan ekonomi daerah dan memastikan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pengembangan kawasan industri ini bukan hanya tentang membangun pabrik, tetapi juga
tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Fakfak dan sekitarnya. Kami ingin memastikan bahwa manfaat ekonomi dan sosial dari proyek ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Soesilo.













