Surabaya (ASET) – Peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia/World Food Safety Day (WFSD) yang diperingati setiap tanggal 7 Juni Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menjamin keamanan pangan segar.
Selaras dengan tema WFSD 2024 yaitu “Food Safety Prepare for The Unexpected”, Badan Pangan Nasional sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) mengusung tema “Kolaborasi Memperkuat Kesiapsiagaan Dalam Mewujudkan Pangan Segar Aman”.
Badan Pangan Nasional selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan menurutnya terus memperkuat sistem penjaminan keamanan pangan melalui penguatan regulasi, peningkatan kompetensi SDM, standardisasi kelembagaan, penguatan inspeksi dan pengawasan, penguatan sarana prasarana pengawasan dan pengujian, serta peningkatan komunikasi, edukasi dan informasi.
“Tercatat sejak 2018 hingga 2023 telah diterbitkan 22.465 buah Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) berupa izin edar maupun izin terkait ekspor,” ungkap Arief.
Selain itu, dalam penjaminan keamanan pangan yang dijual secara curah di peredaran, Badan Pangan Nasional juga membangun Pasar Pangan Segar Aman (Pas Aman) yang telah dilincurkan di 68 lokasi pada 20 provinsi. Selain itu untuk memperkuat pengawasan pusat dan daerah melalui Laboratorium Keliling, yang berjumlah 17 unit hingga tahun 2024 ini.
Laboratorium keliling ini penting untuk memperluas cakupan pengawasan keamanan pangan segar di peredaran serta memberi respon cepat melalui pengujian keamanan pangan, terangnya.
“Saya mengapresiasi daerah dengan penerapan sistem pengawasan keamanan pangan yang baik, terencana, dan terpadu,” tegasnya.
Momen peringatan Hari Keamanan Pangan Dunia ini, kata Arief menjadi pengingat akan pentingnya keamanan pangan di masyarakat.
“Pada akhirnya saya ingin mengingatkan bahwa keamanan pangan adalah share responsibility, sehingga saya mengajak seluruh stakeholders bidang pangan yakni Academics, Business, Government, Community, dan Media untuk mengambil peran dalam mewujudkan keamanan pangan yang lebih baik lagi.” ujarnya.
Food safety is everyone’s business, If it is not safe, it is not food, tegas Arief.
Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan momentum Hari Keamanan Pangan Dunia ini memberikan kesadaran atas pentingnya upaya menjaga keamanan pangan.
“Pangan tidak hanya sebatas ketersediaan tetapi bagaimana makanan itu sehat yang harus bebas dari cemaran serta mengurangi penyakit bawaan dari makanan, hal itu harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Deputi Perwakilan WHO untuk Indonesia Momoe Takeuchi, untuk memperkuat kesiapsiagaan serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Menurutnya tidak ada satu organisasi atau sektor saja yang dapat mengatasi tantangan keamanan pangan.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto mengungkapkan dalam rangkaian acara juga dilaksanakan Coaching Clinic Produk Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang bertujuan untuk mengimbau bagi pelaku usaha akan pentingnya registrasi produk pangan segar yang akan diperdagangkan untuk menjamin keamanan dan mutu pangan segar.
“Selain itu juga kita hadirkan pameran produk lokal PSAT baik skala besar dan kecil se-Jawa Timur, produk lokal PSAT wilayah timur dan wilayah barat, dan juga produk luar negeri yang telah teregistrasi, serta dilaksanakannya pula Sosialisasi Pola Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA),” ujarnya.













